Penyebab Terbanyak Kasus THT di Indonesia Adalah Infeksi, Ini Penjelasan Dokter

Ahad, 02 Agustus 2026 | 00:45:36 WIB
Foto ilustrasi (Akal Imitasi).

JURNALMADANI - Dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit THT-KL Proklamasi Jakarta, dr Soekirman Soekin, Sp.THT-BKL (K), M.Kes memaparkan bahwa infeksi menjadi penyebab terbanyak masyarakat di Indonesia mengalami masalah THT. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan semakin buruk untuk pendengaran.

“Penyebab terbanyak masyarakat Indonesia mengalami masalah THT yakni karena infeksi. Jumlahnya mencapai 2 hingga 4 persen dari total jumlah penduduk Indonesia,” kata dr Soekirman saat melakukan aksi bakti kesehatan di RSUD Arifin Achmad provinsi Riau di Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).

Dipaparkannya, inveksi pada THT tersebut biasanya diawali karena penyakit seperti flu dan batuk yang terlalu sering dan berlangsung lama. Karena itu para orang tua diminta untuk dapat menjaga kesehatan anaknya agar tidak mudah batuk dan pilek. 

“Kalau batuk pilek pada anak jangan disepelekan dan dibiarkan. Karena bisa membayangkan dan lari ke telinga sehingga mengganggu pendengaran,” sebutnya.

Selain akibat infeksi, masalah pada THT juga bisa disebabkan karena kelainan bawaan. Namun kasus tersebut masih jarang ditemui oleh tim dokter. 

“Kemudian juga bisa akibat kecelakaan, namun jarang juga. Yang terbanyak tetap akibat infeksi,” katanya.

Direktur RSUD Arifin Achmad drg Yusi Prastiningsih mengatakan, pada kegiatan bakti kesehatan ini total pasien yang dilakukan operasi pada kegiatan kali ini berjumlah 20 orang berasal dari kabupaten/kota di Riau.

“RSUD Arifin Achmad untuk kesekian kalinya melakukan bakti kesehatan operasi THT. Total pasien ada 20 orang yang berasal dari Kuansing, Rokan Hulu, Pelalawan dan juga Pekanbaru,” katanya.

Pada Oktober mendatang, juga akan dilakukan mega bakti kesehatan THT-KL. Jadi nantinya semua sub divisi THT se Indonesia akan berkumpul di Pekanbaru. 

“Harapnya pada kegiatan mega bakti Kesehatan nantinya akan semakin banyak pasien yang bisa ditangani,” harapnya. (mcr)

Terkini