JURNALMADANI — Upaya menumbuhkan budaya membaca sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti.
Melalui program Kapal Baca Polri, jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Meranti menyambangi SDN 18 di Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Para siswa diajak membaca bersama sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Kehadiran Kapal Baca Polri mendapat sambutan antusias dari para siswa. Mereka tidak hanya memperoleh kesempatan untuk membaca berbagai buku, tetapi juga mengikuti edukasi yang mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud AKP Ridwan, S.H., M.H., mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya Polri mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah pesisir dan perairan.
“Kehadiran Kapal Baca menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar AKP Ridwan.

Suasana kegiatan semakin menarik saat para siswa mengikuti sesi membaca bersama. Berbagai buku yang disediakan menjadi sarana bagi mereka untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mengenal beragam cerita dan wawasan baru.
Menurut Ridwan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek literasi. Jajaran Polri juga memperkenalkan konsep Green Policing, yakni pendekatan kepolisian yang turut mendorong kepedulian dan perlindungan terhadap lingkungan.
“Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Pesan tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan peduli lingkungan, termasuk penanaman pohon. Para siswa diberikan pemahaman bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata tugas pemerintah maupun aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Ridwan menambahkan, melalui Kapal Baca Polri, pihaknya berupaya menghadirkan pola pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
“Polisi tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan, literasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di kalangan pelajar sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau.
“Dari sebuah buku, lahir pengetahuan. Dari sebuah pohon, tumbuh harapan. Melalui Kapal Baca Polri, keduanya dipertemukan untuk membangun generasi muda Meranti yang cerdas, peduli, dan mencintai lingkungannya,” pungkasnya. (*)

.jpg)