JURNALMADANI — Polres Kepulauan Meranti mematangkan strategi pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 melalui rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, penyelenggara pemilu, camat, penjabat kepala desa, dan panitia Pilkades.
Rakor tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., di Rupatama Lantai II Polres Kepulauan Meranti, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah, S.H. yang mewakili Bupati, Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, S.E., unsur Kejaksaan Negeri, TNI, KPU, Bawaslu, Satpol PP, Kesbangpol, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, para camat, penjabat kepala desa, serta ketua panitia dari 12 desa yang akan melaksanakan Pilkades.
Dalam rakor tersebut, Polres Kepulauan Meranti memaparkan pemetaan potensi kerawanan pada setiap tahapan Pilkades.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain persaingan antarpendukung, dugaan keberpihakan aparatur, mobilisasi massa, persoalan daftar pemilih, hingga potensi perselisihan saat penghitungan dan penetapan hasil suara.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita menegaskan bahwa pengamanan tidak boleh hanya berfokus pada hari pemungutan suara. Menurutnya, langkah pengamanan harus dilakukan sejak tahapan awal hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.
“Pemilihan kepala desa perlu mendapat pengamanan sejak awal tahapan, mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran dan penetapan calon, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara hingga pelantikan,” kata Gede.
Ia meminta seluruh unsur terkait melakukan deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan. Perkembangan situasi di lapangan juga diminta segera dikoordinasikan sehingga persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.
“Setiap potensi kerawanan harus dideteksi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Siap Perkuat Koordinasi
Sekda Kepulauan Meranti Sudandri Jauzah mengapresiasi langkah Polres Kepulauan Meranti yang memperkuat koordinasi lintas sektoral menjelang pelaksanaan Pilkades.

Pemkab Kepulauan Meranti, kata Sudandri, berkomitmen mendukung seluruh tahapan agar berlangsung aman, tertib, dan lancar.
“Setiap persoalan yang muncul agar segera dikomunikasikan dan dikoordinasikan sehingga dapat dicari solusi bersama. Pemkab siap membuka ruang koordinasi dan menerima masukan dari semua pihak,” ujarnya.
12 Desa, 35 TPS dan 33 Calon
Kepala Dinas PMD Kepulauan Meranti, Drs H Asroruddin MSi dalam paparannya menyampaikan bahwa Pilkades Serentak 2026 akan dilaksanakan di 12 desa dengan mengusung tema “Bersama Membangun Desa, Menuju Meranti yang Lebih Baik".
Tahapan penetapan calon dan pengundian nomor urut disebut telah selesai. Selanjutnya, pemutakhiran data pemilih berlangsung pada 17 September hingga 1 Oktober 2026.
Masa kampanye dijadwalkan pada 2–4 Oktober 2026, sedangkan pemungutan dan penghitungan suara direncanakan pada 8 Oktober 2026, dengan ketentuan menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Kepulauan Meranti.
Dari sisi pengamanan, Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti Kompol Wan Mantazakka menyampaikan bahwa terdapat 12 desa, 35 TPS, dan 33 calon kepala desa yang menjadi sasaran pengamanan.
Kekuatan pengamanan yang disiapkan terdiri dari 382 personel Polri, 36 personel TNI AD, dan 70 anggota Linmas.
“Pengamanan difokuskan pada deteksi dini, monitoring tahapan, dan penguatan cooling system terhadap calon kepala desa dan tokoh masyarakat,” jelas Wan Mantazakka.
Sejumlah Titik Menjadi Perhatian
Satuan Intelkam Polres Kepulauan Meranti juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi gangguan. Di antaranya gesekan antarpendukung, intimidasi, mobilisasi massa, persoalan daftar pemilih tetap (DPT), perselisihan terkait suara sah dan tidak sah, hingga kendala akses, kondisi cuaca, serta banjir rob.

Beberapa TPS yang mendapat perhatian khusus antara lain TPS 06 Alah Air, TPS 02 Baran Melintang, TPS 01 Beting, serta TPS 01 dan TPS 02 Bungur.
Metode kampanye door to door juga menjadi salah satu perhatian karena berpotensi mempertemukan pendukung dari calon yang berbeda di lapangan.
Polres Kepulauan Meranti menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui deteksi dini, komunikasi intensif, koordinasi lintas sektoral, serta pendekatan cooling system kepada calon kepala desa, panitia, tokoh masyarakat, dan para pendukung.
Melalui sinergi seluruh unsur tersebut, pengamanan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif sejak tahapan awal hingga pelantikan kepala desa terpilih. (*)


.jpg)