JURNALMADANI - Pemerintah Provinsi Riau bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera III terus memperkuat pelaksanaan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat penerima manfaat.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) disinergikan dengan sejumlah program lain untuk meringankan beban masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam memastikan rumah penerima bantuan mendapatkan akses listrik.
Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi bagian penting agar program perumahan yang dijalankan pemerintah memberikan manfaat yang lebih menyeluruh. Masyarakat tidak hanya mendapatkan rumah yang lebih layak, tetapi juga kepastian terhadap kebutuhan dasar dan legalitas tempat tinggal.
"Untuk meringankan beban masyarakat, kami menyinergikan program ini dengan PLN untuk memastikan pemasangan listrik, serta dengan BPN untuk penerbitan sertifikat tanah secara gratis. Sehingga, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Plt Gubri SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Rabu (23/09/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, menerangkan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor perumahan terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai instansi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat program hingga ke kebutuhan yang belum tertangani.
"Bapak Gubernur menaruh perhatian yang sangat besar terhadap program perumahan ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau terus mengedepankan kolaborasi lintas sektor," terang Zulfahmi.
Ia menjelaskan, pemerintah juga akan menyandingkan program BSPS dengan penyediaan sambungan listrik bagi rumah penerima bantuan yang hingga kini belum teraliri listrik. Koordinasi akan dilakukan bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak PLN.
"Kami menyandingkan program ini untuk rumah-rumah yang belum teraliri listrik. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kami akan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk membantu menyambungkan aliran listrik ke rumah-rumah warga penerima bantuan," jelasnya.
Selain akses listrik, Pemprov Riau juga menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat memperoleh kepastian hukum atas tanah tempat rumah tersebut berdiri. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar proses penerbitan sertifikat dapat dilakukan bagi penerima yang memenuhi ketentuan.
Sinergi tersebut diharapkan membuat program BSPS lebih komprehensif. Perbaikan rumah menjadi titik awal yang kemudian diperkuat dengan pemenuhan akses listrik dan dukungan terhadap legalitas tanah.
"Minggu depan, kami akan mengundang pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar lahan rumah-rumah yang telah diperbaiki tersebut bisa sekaligus dibantu penerbitan sertifikatnya. Dengan memiliki rumah yang layak, teraliri listrik, dan bersertifikat sah bisa sangat berguna bagi masyarakat," pungkas Zulfahmi. (mcr)


.jpg)