Profil Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Wafat dalam Serangan Israel dan Amerika

Profil Ali Khamenei, Pemimpin Iran yang Wafat dalam Serangan Israel dan Amerika
Ali Khamenei

JURNALMADANI - Kabar duka datang dari Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikabarkan tewas dalam serangan udara yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa Pemerintah Iran telah mengumumkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur nasional menyusul wafatnya Khamenei, seperti dilansir Al Jazeera.

Konflik di Timur Tengah diketahui tengah memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Teheran.

Selain Khamenei, kantor berita Fars juga mengabarkan sejumlah anggota keluarga pemimpin tertinggi Iran tersebut turut tewas dalam serangan udara yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026).

Laporan media Iran menyebut kompleks kediaman Khamenei di Teheran dijatuhkan puluhan bom. Media setempat juga melaporkan bahwa putri hingga cucu Khamenei termasuk di antara korban tewas.

Profil Ali Khamenei

Mengutip laman resmi Khamenei.ir, Ali Khamenei lahir di kota suci Mashhad pada 19 April 1939. Ia merupakan anak kedua dari ulama yang dikenal sederhana dan miskin di Iran, Sayyed Javad Khamenei.

Sejak muda, Khamenei sudah aktif terlibat dalam gerakan Revolusi Iran sejak 1963. Ia juga merupakan anggota pendiri Partai Republik Islam (IRP).

Dalam gerakan revolusionernya, Khamenei menentang kebijakan rezim Shah yang dinilai pro-Amerika dan anti-Islam. Perjuangan revolusi tersebut berlangsung selama 16 tahun hingga akhirnya rezim Shah runtuh.

Ia kemudian mendapat kehormatan dari Ruhollah Khomeini, yang dikenal sebagai pemimpin revolusioner masa itu. Pada 1989, ketika kesehatan Khomeini menurun, Ali Khamenei ditunjuk sebagai penggantinya dan resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Sejak saat itu, Khamenei memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade hingga 2026, serta memperkuat struktur militer dan paramiliter negara tersebut.

 

Profil Pendidikan Ali Khamenei

Ali Khamenei kecil menempuh pendidikan di maktab, sekolah dasar tradisional pada masa itu, untuk belajar alfabet dan Al-Qur’an. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke sekolah Islam sebelum akhirnya mendalami studi teologi di seminari Mashhad.

Di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, ia mempelajari logika, filsafat, serta yurisprudensi Islam. Pendidikan tersebut dijalaninya di bawah pengawasan ayahnya dan sejumlah ulama besar Iran.

Selain aktif dalam politik dan keagamaan, Khamenei juga menulis berbagai karya, di antaranya:

1. Pemikiran Islam dalam Al-Qur’an
2. Persatuan dan Partai Politik
3. Perjuangan Para Imam Syiah (AS)
4. Kumpulan Pidato dan Pesan dalam berbagai jilid

 

Serangan ke Sekolah di Minab

Selain menargetkan wilayah strategis di Teheran, laporan menyebut serangan juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Iran.

Salah satu yang menjadi sasaran rudal Israel adalah sekolah dasar putri di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

“Serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, menewaskan 108 orang,” tulis laporan Al Jazeera, dikutip Minggu (1/3/2026).

Hingga kini, situasi di Iran masih dilaporkan mencekam. Pemerintah Iran belum merinci respons resmi lanjutan terkait eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. (*)

Berita Lainnya

Index