Mahasiswa UNRI turut berpartisipasi dalam Pencegahan Covid-19 Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

Dibaca: 683 kali  Senin,15 Juni 2020 | 02:24:00 WIB

Mahasiswa UNRI turut berpartisipasi dalam Pencegahan Covid-19 Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat
Ket Foto :

PEKANBARU - Merebaknya pandemi Covid-19 tidak membuat semangat mahasiswa Universitas Riau (UNRI) dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Relawan Covid-19 meredup. Kukerta Relawan Covid-19 merupakan suatu program yang dibuat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri sebagai bentuk apresiasi telah menjadi penyokong dalam pandemi Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan Kukerta Relawan COVID-19 ini bekerja sama dengan Organisasi Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) Riau. Anisa Anastasia (FAPERIKA) selaku ketua tim Relawan Covid-19 mengatakan bahwa ia dengan dua anggota lainnya yaitu Amanda (FKP) dan Fitri (FKP) melaksanakan kegiatan Kukerta Relawan Covid-19 dibimbing oleh  Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Deviona, SP,. MP.

Anisa menjelaskan bahwa Kukerta ini merupakan bentuk pengabdian mereka kepada masyarakat kota Pekanbaru ditengah pandemi Covid-19. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Pekanbaru terutama tim medis yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Salah satu kegiatan Kukerta Relawan Covid-19 ialah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) ke Puskesmas Senapelan yang berlokasi di Jalan Jati, Pekanbaru, Rabu (20/05/2020). Pemberian APD tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kepada para medis agar mereka tetap waspada dalam menangani Covid-19 saat bekerja. Adapun APD yang diberikan berupa Face Shield, baju hazmat dan sarung tangan.

APD dirancang untuk jadi penghalang terhadap penetrasi zat partikel bebas, cair, atau udara dan melindungi penggunanya terhadap penyebaran infeksi. Pemakaian APD yang baik dapat menjadi penghalang diri terhadap infeksi yang dihasilkan oleh virus dan bakteri.

Menurut penelitian yang diterbitkan JBI Database of Systematic Reviews & Implementation Reports, sarung tangan dapat mengurangi akuisisi dari mikroorganisme ke tangan. Sarung tangan berguna untuk melindungi tangan dari kontaminasi mikroorganisme (Virus, bakteri, jamur dan lain-lain) dari petugas kesehatan ke pasien maupun sebaliknya. 

Begitu juga dengan penggunaan Face Shield. Face Shield digunakan untuk melindungi mata dan wajah pengguna/tenaga medis (termasuk bagian tepi wajah) dari percikan cairan atau darah atau droplet.

APD yang tidak kalah penting ialah baju hazmat. Menurut Dirjen Kefarmarsian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, baju hazmat berfungsi untuk melindungi pengguna atau tenaga kesehatan dari penyebaran infeksi atau penyakit secara menyeluruh pada seluruh tubuh termasuk kepala, punggung, dan area yang tidak terjangkau lainnya. Salah satu jenis baju hazmat yang diberikan ialah coverall gown.

Menurut Chen X, et al dalam artikel yang diterbikan Jurnal Translational Perioperative and Pain Medicine, berpendapat bahwa jenis baju hazmat yaitu coverall gown merupakan pilihan yang terbaik untuk digunakan dalam situasi menangani Covid-19 karena Covid-19 menular melalui batuk dan bersin.

"Tujuan dari Distribusi APD ini yaitu menjaga keselamatan petugas kesehatan, sebagaimana kita ketahui bahwa mereka adalah pahlawan yang berada di baris depan dalam menganggulangi pandemi Covid-19 ini dan juga untuk mempermudah mereka dalam melaksanakan tugasnya" ucap Anisa selaku ketua mewakili rekan satu timnya.

 

Saat pemberian donasi APD, Anisa dan Tim memastikan bahwa mereka telah menandatangi form serah terima. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. Selain itu, Anisa dkk memastikan jumlah yang diserahkan dan jumlah yang diterima sesuai oleh Puskesmas Senapelan.

 “Terimakasih kami ucapkan dari Puskesmas Senapelan atas donasi yang diberikan  mudah mudahan donasi ini berguna dan bermanfaat bagi kami dan mudah-mudahan amal jariyah dari IPKKI dibalas oleh Allah SWT” ucap Rini, salah seorang tenaga medis di Puskesmas Senapelan.

Adanya Kukerta Relawan Covid-19 sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNRI ini diharapkan dapat menjadi pemacu mahasiswa untuk memberikan dukungan kepada tim medis agar tetap semangat dalam menghadapi pandemi Covid-19.(Faisal)

Akses JurnalMadani.com Via Mobile m.JurnalMadani.com