JURNALMADANI — Pulang dari Tanah Suci bukan berarti semangat ibadah ikut berakhir, pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji hendaknya menjadi titik awal untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Sudandri Jauzah saat membuka Tabligh Akbar Jamaah Haji yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti di Masjid Agung Darul Ulum, Jalan Siak, Selatpanjang, Sabtu (26/9/2026) pagi.
Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sudandri mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Tabligh Akbar tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menambah ilmu agama, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Rawatlah kemakmuran hati itu sepanjang hayat. Jangan biarkan semangat ibadah yang tumbuh di Tanah Suci berkurang setelah kembali ke tanah air,” ujar Sudandri.

Ia mengatakan, pengalaman menjalankan ibadah haji hendaknya menjadi momentum untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, kepedulian dan ketakwaan yang ditempa selama pelaksanaan ibadah haji diharapkan terus diwujudkan setelah jamaah kembali ke tengah masyarakat.
“Pengalaman selama menjalankan ibadah haji hendaknya menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun hubungan dengan sesama manusia,” katanya.
Sudandri juga menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek akhlak, keimanan, ketakwaan dan kepedulian sosial.
“Daerah yang maju bukanlah hanya daerah yang kuat secara ekonomi, tetapi juga daerah yang masyarakatnya memiliki pondasi agama yang kuat,” tegasnya.

Perkuat Silaturahmi dan Pemahaman Manasik
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Surasman, M.Pd.I., mengatakan Tabligh Akbar tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat tali silaturahmi sekaligus memperdalam pengetahuan jamaah mengenai ilmu dan tata cara pelaksanaan ibadah haji.
Ia mengajak seluruh jamaah mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bagian dari proses menuntut ilmu.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menambah pengetahuan dan memperkuat silaturahmi antarjamaah,” ujarnya.
Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Dr. H. Zulfadli, Lc., M.A., menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah pada tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, jamaah yang telah melaksanakan ibadah haji pada 2026 dapat menjadi sumber pengalaman bagi calon jamaah yang akan berangkat pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya.
“Jamaah yang sudah melaksanakan ibadah haji dapat berbagi pengalaman kepada calon jamaah. Ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bersama,” katanya.
Zulfadli juga mengingatkan calon jamaah mengenai pentingnya mempersiapkan diri sejak dini, tidak hanya dari sisi pemahaman agama dan manasik, tetapi juga kesehatan serta kesiapan fisik.
Ia meminta calon jamaah mengikuti seluruh rangkaian bimbingan manasik secara disiplin agar memahami tahapan pelaksanaan ibadah sekaligus berbagai kebijakan dan skema penyelenggaraan haji.
Termasuk di antaranya pemahaman mengenai murur dan tanazul yang menjadi bagian dari pengaturan layanan dan pelaksanaan ibadah haji.
“Kalau bisa jamaah haji tahun 2027 ini semuanya mengikuti bimbingan itu dengan disiplin, dengan semangat. Silakan nanti Bapak-Ibu bertanya kepada narasumber tentang apa yang diragukan,” ujarnya.

Dorong Jamaah Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Materi Tabligh Akbar disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Siak, Zubir Efendi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdakab Kepulauan Meranti Tengku Arifin, Asisten III Setdakab Kepulauan Meranti Atan Ibrahim, Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, perwakilan Dinas Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BAZNAS, Bank Riau Kepri Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta para jamaah haji dan calon jamaah haji.
Melalui kegiatan tersebut, para jamaah diharapkan tidak hanya mempertahankan semangat ibadah setelah pulang dari Tanah Suci, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai haji ke tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, pengalaman spiritual selama menunaikan rukun Islam kelima tidak berhenti sebagai kenangan pribadi, melainkan tercermin dalam peningkatan kualitas ibadah, akhlak, kepedulian sosial dan kontribusi positif bagi masyarakat serta daerah. (*)


.jpg)